Tentang PT. GGF
Great Giant Foods (GGF) adalah entitas merek Gunung Sewu Group untuk lini bisnis pertanian dan manufaktur yang terintegrasi vertikal dalam menanam, memproduksi, mengirimkan buah-buahan segar dan olahan, jus, daging, dan susu. Masing-masing unit bisnis GGF telah dibentuk dengan prinsip pertanian terintegrasi berkelanjutan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki keterikatan pengawasan penuh rantai pasokan kami.
Didirikan pada tahun 1973 sebagai Umas Jaya Farm di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan. Pelanggan utama kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman serta industri non-makanan di Asia. Perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi Umas Jaya Agrotama (UJA) pada 12 September 1990 dengan total kapasitas produksi tahunan saat ini sebesar 54.000 ton pati.

Kami menanam dan memproduksi makanan yang tidak hanya menawarkan rasa tak tertandingi dan kualitas terjamin, tetapi juga kaya nutrisi untuk kepentingan konsumen kami.

Untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Kami memastikan rantai pasokan kami mematuhi standar setinggi mungkin untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat dan komunitas di sekitar tempat kami beroperasi.

Kekuatan melalui Sinergi
Kami bersinergi dengan petani lokal dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai tujuan bersama yaitu menciptakan produk berkualitas untuk pelanggan-pelanggan kami di seluruh dunia.
Great Giant Pineapple (GGP)
Didirikan pada tahun 1979, PT Great Giant Pineapple (GGP) adalah perusahaan swasta penghasil nanas kaleng dan perkebunan yang terintegrasi terbesar di dunia dengan kualitas terbaik. Dengan perkebunan yang luas, perusahaan saat ini mengekspor lebih dari 15.000 kontainer nanas kalengan setiap tahun ke lebih dari 60 negara, dengan pangsa pasar 25%. Pada tahun 1992, GGP melebarkan sayapnya ke pasar buah segar. Selain nanas kaleng, selai nanas, kubus nanas dalam cangkir, dan konsentrat jus nanas, PT Great Giant Pineapple juga memproduksi cocktail buah kaleng.
Great Giant Livestock (GGL)
Great Giant Livestock (GGL) didirikan pada tahun 1990, secara bertahap menjadi salah satu tempat penggemukan sapi terbesar di Indonesia dan kemudian menjadi pelopor peternakan sapi perah dataran rendah tropis pertama. GGL memperhitungkan prinsip-prinsip siklus produksi berkelanjutan yang terintegrasi untuk perkebunan secara keseluruhan. Dari memanfaatkan olahan kulit nanas dan produk sampingan tapioka untuk pakan ternak, mengolah kotoran ternak menjadi pupuk untuk perkebunan dan yang terpenting menghasilkan produk daging empuk dan susu segar berkualitas tinggi.
Sewu Segar Nusantara (SSN)
Sewu Segar Nusantara (SSN) didirikan pada tahun 1995 sebagai perusahaan distribusi terkemuka buah tropis lokal ke lebih dari 18.000 gerai ritel di seluruh negeri dengan merek Sunpride® untuk pasar Indonesia. PT Sewu Segar Nusantara juga bermitra dengan perusahaan internasional seperti distributor kiwi dari Selandia Baru dan distributor apel Australia.
Bromelain Enzyme (BE)
Bromelain Enzyme (BE) didirikan sebagai usaha patungan untuk memproduksi produk bromelain olahan. Bromelain adalah istilah kolektif untuk enzim pencerna protein yang dapat ditemukan dalam jus nanas dan batang nanas. Great Giant Pineapple (GGP) bermitra dengan Enzybel International S.A. (bagian dari Floridienne Group), sebuah perusahaan Belgia yang memproduksi dan memasarkan enzim proteolitik tumbuhan seperti papain, bromelain, dan ficin.
Sewu Segar Primatama (SSP)
Rejuve pertama kali diluncurkan pada Mei 2014 sebagai konsep ritel untuk jus Cold-Pressed ultra-premium, sistem pemrosesan yang memungkinkan produk mempertahankan semua enzim alami, nutrisi, dan antioksidan yang ditemukan dalam buah. Saat ini Sewu Segar Primatama telah mengembangkan merek Rejuve dengan portofolio 100% jus segar dan dingin, smoothie, kopi, dan susu almond di lebih dari 71 lokasi di seluruh wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Bali.
Great Giant Foods (GGF)
Great Giant Foods didirikan dengan maksud untuk menyatukan semua unit bisnis dalam satu tujuan terpadu untuk menyediakan makanan berkualitas tinggi, bergizi, enak rasanya, dan menjalankan pendekatan pertanian kami yang terintegrasi secara vertikal dan berkelanjutan.
PT Great Giant Pineapple, Piawai Ber-CSR dan Low Profile
PT Great Giant Pineapple(GGP) merupakan perusahaan yang memproduksi buah kaleng dengan produk dari nanas, jambu, pisang serta beberapa buah lainnya. Sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), GGP telah membangun pertanian terpadu dan terintegrasi di Tanggamus, Lampung dengan pengelolaan kawasan pertanian seluas 30.000 hektare (ha).
Tak hanya itu, GGP yang hadir Lampung di sejak 1979 ini juga melakukan pembinaan kepada masyarakat lokal dengan luasan pertanian mencapai 564 ha. Sebelumnya, GGP juga telah membangun industri Tapioka sejak tahun 1973.
Produk buah kaleng produk GGP sekitar 96% terserap ke pasar luar negeri dengan negara yang telah menjadi pelanggan setianya antara lain Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Timur Tengah, Asia Pasifik serta Afrika. Untuk produk buahan segar produksi GGP seperti pisang Sunpride, pisang Barangan, Jambu dengan 86 persennya mengisi pasar buah dalam negeri.
Dalam satu tahunnya GGP melakukan eksor buah kaleng ke berbagai negara sebanyak 11.000 kontainer. Produk buah kaleng produksi GGP ini telah menguasai berbagai negara, bahkan produknya paling unggul dengan kualitas nomer satu. Sebab, produk buah kaleng GGP tidak menggunakan tambahan gula, tetapi manisnya buah tersebut dari hasil proses alami buah tersebut.
Kepada tim juri TOP CSR Awards 2021, Managing Director Corporate Support GGP Djoni Wesida menjelaskan, kesuksesan GGP dalam bisnis buah kaleng di pasar luar negeri ini tidak semata sukses korporasi saja. Akan tetapi GGP turut tumbuh dan besar bersama masyarakat sekitar perkebunan yang dimiliki perusahaan, seperti di Sumatera Selatan, Blitar-Jawa Timur serta kebun di wilayah Bali.
GGP tak hanya piawai mengelola bisnisnya, tetapi juga berhasil membangun masyarakat lokal untuk maju dan berkembang bersama perusahaan. Tak sedikit program kemitraan yang dibangun perusahaan turut serta meningkatkan kemampuan masyarakat serta menaikkan kelas masyarakat lokal menjadi pengusaha-pengusa tangguh di wilayah kerja GGP tersebut.
“Program kemitraaan GGP dengan para petani lokal untuk dapat memproduksi barang kebutuhan yang dibutuhkan GGP untuk memproduksi buah kaleng. Para petani langsung mendapatkan pembinaan dari hulu hingga hilir dengan menanam buah dengan strandar dan kaullitas mutu terbaik langsung dapat diserap oleh GGP,” ujar Djoni dalam sesi Presentasi danWawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan majalah Top Business secara daring, Senin (5/3/2021).
GGP membina para petani dalam memproduksi hasil panen kebun dalam bentuk selay nanas, keripik nanas, keripik pisang, selay pisang. Para petani mendapatkan pencerahan, karena produk olahan mereka lebih terjamin kualitasnya karena dari hulu hingga produk jadi langsung mendapatkan kontrol sangat ketat dari GGP.
Selain itu, produk binaan ini dikemas dengan kemasan sangat menarik. GGP juga memberikan pelatihan untuk membangun pasar melalui online . Dan, tidak sedikit pula hasil produksi makanan olahan mitra binaan GGP telah menembus pasar pasar modern dan mal di seluruh Nusantara ini.
“GGP juga membangun kemitraan dengan para milenial untuk menyediakan kebutuhan palet untuk pengiriman bareng melalui kontainer, dengan kebutuhan 11.000 kontainer setiap tahunnya, jadi kebutuhan palet pun sangatlah banyak,” tutur Djoni.
Tak hanya itu, GGP pun memperhatikan tingkat kesehatan masyarakat dengan berupaya menekan kasus gizi buruk dan kronis. Hingga saat ini GGP telah menyelamatkan masyarakat dari stunting sebanyak 4.500 orang.
GGP juga turut menjaga kelestarian alam berkelanjutan. “Perusahaan memiliki filosofi Kami membangun mangkok-mangkok bagi masyarakat lokal, agar mangkok tersebut bisa terisi penuh dengan pola kemitraan secara luas bagi masyarakat. Kami tumbuh dan berkembang bersama masyarakata dari hulu hingga hilir. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta juga turut menjaga kelestarian alam dengan memanfatkan berbagai limbah produksi pertanian yang bisa dimanfaatkan menjadi energi, biomasa, biogas serta juga mengunakan kotoran ternak menjadi energi yang bersih dan ramah lingkungan,” tegas Djoni.
Djoni mengakui, penialaian proper GGP masih dalam taraf Biru, akan tetapi pihaknya telah mengadopsi beberapa poin Sustainable Development Goals (SDG’s) dalam kegiatan bisnis perusahaan.
Sementara itu Nurdizal M Rachman selaku dewan juri berharap, PT GGP bisa memberikan corporate branding terhadap hasil terbaik yang telah dilaksanakan GGP di wilayah operasionalnya. “GGP harus tampil memberikan dan menularkan kebaikan ini ke daearah lain pula. Saat ini GGP seakan low profile terhadap keberhasilan dan capainnya dalam membangun masyarakat dengan berbasiskan ISO 2600 SR,”
Di balik makanan berkualitas terdapat orang-orang yang hebat
Misi kami adalah menyediakan makanan
Semangat kami ada dalam setiap pekerja kami.
Kenali dan Pilah Sampah Dari Rumah
Kenali dan Pilah Sampah Dari Rumah
Plantation Group 1 - GGF
Kehidupan kita erat kaitannya dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam keseharian. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di rumah, kantor, sekolah, tempat kerja, tempat umum atau tempat lainnya. Namun lebih banyak kegiatan yang kita lakukan di rumah. Dari kegiatan yang kita lakukan di rumah bisa menimbulkan berbagai barang sisa. Terhadap barang sisa tersebut tidak dikonsumsi lagi tapi akan dibuang. Barang sisa yang akan dibuang tersebut yang menjadi sampah.
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sumber sampah adalah asal timbulan sampah. Sedangkan penghasil sampah adalah setiap orang dan/atau akibat proses alam yang menghasilkan timbulan sampah (Pemerintah Republik Indonesia, 2008).
Volume sampah yang ditimbulkan sebanding dengan pertumbuhan penduduk, tingkat konsumsi, intensitas kegiatan sehari-hari, kemajuan teknologi pengemasan produk dan perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih serba cepat dan praktis (Suandana, dkk. 2011).
Menurut sumber timbulan sampah maka sampah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.
1. Sampah rumah tangga
Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik (Presiden Republik Indonesia, 2017).
2. Sampah sejenis sampah rumah tangga
Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya (Presiden Republik Indonesia, 2017).
3. Sampah spesifik
Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus karena mengandung B3 dan limbah B3
Great Giant Foods didirikan dengan maksud untuk menyatukan semua unit bisnis dalam satu tujuan terpadu untuk menyediakan makanan berkualitas tinggi, bergizi, enak rasanya, dan menjalankan pendekatan pertanian kami yang terintegrasi secara vertikal dan berkelanjutan.
PT Great Giant Pineapple,
PT Great Giant Pineapple(GGP) merupakan perusahaan yang memproduksi buah kaleng dengan produk dari nanas, jambu, pisang serta beberapa buah lainnya. Sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), GGP telah membangun pertanian terpadu dan terintegrasi di Tanggamus, Lampung dengan pengelolaan kawasan pertanian seluas 30.000 hektare (ha).
Tak hanya itu, GGP yang hadir Lampung di sejak 1979 ini juga melakukan pembinaan kepada masyarakat lokal dengan luasan pertanian mencapai 564 ha. Sebelumnya, GGP juga telah membangun industri Tapioka sejak tahun 1973.
Produk buah kaleng produk GGP sekitar 96% terserap ke pasar luar negeri dengan negara yang telah menjadi pelanggan setianya antara lain Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Timur Tengah, Asia Pasifik serta Afrika. Untuk produk buahan segar produksi GGP seperti pisang Sunpride, pisang Barangan, Jambu dengan 86 persennya mengisi pasar buah dalam negeri.
Dalam satu tahunnya GGP melakukan eksor buah kaleng ke berbagai negara sebanyak 11.000 kontainer. Produk buah kaleng produksi GGP ini telah menguasai berbagai negara, bahkan produknya paling unggul dengan kualitas nomer satu. Sebab, produk buah kaleng GGP tidak menggunakan tambahan gula, tetapi manisnya buah tersebut dari hasil proses alami buah tersebut.
Kepada tim juri TOP CSR Awards 2021, Managing Director Corporate Support GGP Djoni Wesida menjelaskan, kesuksesan GGP dalam bisnis buah kaleng di pasar luar negeri ini tidak semata sukses korporasi saja. Akan tetapi GGP turut tumbuh dan besar bersama masyarakat sekitar perkebunan yang dimiliki perusahaan, seperti di Sumatera Selatan, Blitar-Jawa Timur serta kebun di wilayah Bali.
Volume sampah banyak berasal dari sampah rumah tangga dan sampah sisa perdagangan di beberapa pasar di Provinsi Lampung. Data tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan di rumah menjadi sumber sampah rumah tangga.
Timbulan sampah yang jumlahnya begitu banyak akan berdampak terhadap masyarakat, lingkungan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan yang rentan serta kapasitas TPA yang terbatas. Sehingga dibutuhkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk menekan dampak dari timbulan sampah.
Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2012). Seiring dengan hal tersebut Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan PT GGF sebagai Satuan Kerja yang membentuk Bank Sampah Unit (BSU) Hijau Daun Disperkimta sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tentang Perubahan Pengurus Bank Sampah Hijau Daun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan PT GGF Kabupaten Lampung Tengah. Bank Sampah Unit (BSU) Hijau Daun bekerjasama dengan Bank Sampah Induk (BSI) E-Darling Kabupaten Lampung Tengah dalam pengelolaan sampah secara komprehensif dan terpadu di lingkungan PT GGF.
1. Sampah organik
Sampah organik (degradable) adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau.
Sampah organik dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut (Dinas Lingkungan Hidup Prov. Lampung)
a. Sampah organik basah
Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengandung air, contohnya sisa sayur, kulit buah, buah busuk, dan ampas teh/kopi).
b. Sampah organik kering
Sampah organik kering adalah sampah organik yang sedikit mengandung air, contohnya kayu, ranting pohon, dan daun-daun kering.
2. Sampah anorganik
Sampah anorganik (undegradable) adalah sampah yang susah membusuk dan tidak dapat diuraikan kembali, namun dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampah anorganik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
a. Sampah logam
b. Sampah plastik
c. Sampah kertas
d. Sampah kaca
e. Sampah keramik
3. Sampah residu
Sampah residu adalah segala sesuatu yang tertinggal, tersisa pada suatu kegiatan, sisa dari pengolahan sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Sampah residu contohnya sampah masker, tisu, styrofoam, popok, dan pembalut.
Dalam hal ini masyarakat perlu mengenali sejak dini sampah dari rumah agar dapat memilah sampah dari rumah secara tepat. Dengan memilah sampah secara tepat maka masyarakat ikut serta berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara komprehensif.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar