https://azzamganteng-gac.blogspot.com/

Rabu, 07 September 2022

PENJELASAN TENTANG KALIBRASI PERUSAHAAN DAN LABORATORIUM

Dalam dunia perusahaan, terdapat berbagai istilah penting termasuk di bidang pengukuran salah satunya yaitu kalibrasi. Mungkin bagi Anda masih terdengar asing akan istilah kalibrasi. Lantas apa yang dimaksud dengan kalibrasi? Berikut informasi yang dipaparkan untuk Anda mengenai penjelasan kalibrasi.

Pengertian Kalibrasi

Kalibrasi adalah kegiatan penetapan nilai kebenaran dan pengecekan serta pengaturan akurasi dari alat ukur dengan standar nasional dan/atau standar internasional. Cara mengetahui nilai kebenarannya adalah membandingkannya dengan standar atau tolak ukur.

Kegiatan ini sangat diperlukan guna memastikan keakuratan pengukuran secara konsisten (tetap) dengan instrumen yang lainnya. Jika hasil pengukuran menunjukkan penyimpangan atau tidak konsisten maka akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dikeluarkan perusahaan dan dapat membahayakan konsumen.

Prosedur Kalibrasi

Setiap sistematika pengukuran membutuhkan prosedur yang tepat dalam penanganannya supaya dapat terarah dan bersifat konstan. Kalibrasi memiliki prosedur yang diterapkan baik dari segi prinsip dasar maupun persyaratannya diantaranya sebagai berikut.

1. Prinsip Dasar.

Dalam menjalankan prosedur kalibrasi hal yang pertama harus diketahui adalah prinsip-prinsip dasarnya yaitu: 1) Memperhatikan obyek ukur, standar ukur yang mengacu pada standar kalibrasi internasional harus sudah teruji, 2) Memiliki operator atau teknisi yang bersertifikat resmi, dan 3) Lingkungan dengan kondisi baik.

2. Syarat.

Tidak hanya prinsip dasar yang mengacu pada prosedur utama, aktivitas kalibrasi juga memiliki persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Standar acuan dapat ditelusuri sampai ke standar nasional atau internasional,
  • Metode kalibrasi yang digunakan telah diakui baik dalam skala nasional maupun internasional,
  • Memiliki personil kalibrasi yang terlatih, dengan dibuktikannya sertifikasi dari laboratorium yang sudah terakreditasi,
  • Didukung dengan alat kalibrasi yang sangat baik atau tidak mengalami kerusakan, dan
  • Memiliki ruangan yang terkondisikan sebagai tempat berlangsungnya proses kalibrasi.

Jenis-Jenis Kalibrasi

Bagi Anda yang bertanya-tanya tentang jenis kalibrasi yang populer di masyarakat, maka penjelasan di bawah akan sangat membantu. Berikut jenis-jenis kalibrasi yang ditinjau dari fungsi dan pengukurannya.

• Kalibrasi Tekanan

Kalibrasi tekanan memiliki fungsi utama di berbagai industri yang mana peralatan pengukuran digunakan untuk memantau kinerja dan keselamatan pada prosesnya, biasanya digunakan untuk mengukur tekanan gas dan hidrolik. Beberapa contoh instrumen tekanan yang dikalibrasi secara teratur adalah Pengukur Tekanan Digital, Indikator Digital, Transduser, Pemancar, Pengukur Tekanan Analog, dan Barometer.

• Kalibrasi Suhu

Dalam semua proses di mana pembacaan suhu memiliki peran penting, kalibrasi suhu dapat dilakukan dalam lingkungan yang terkendali. Kalibrasi suhu hanya dapat dilakukan dengan membandingkan standar yang diketahui, dalam lingkungan suhu yang stabil dengan probe yang diuji. Beberapa contoh peralatan yang memerlukan kalibrasi suhu secara berkala adalah: Sistem Akuisisi Data, Termometer, Termometer panggil, Meteran Inframerah, PRT dan Termistor, dan Kamera Termal

• Kalibrasi Aliran

Pengukur kalibrasi aliran (atau sensor aliran) adalah alat uji yang digunakan untuk mengukur laju aliran linier, nonlinier, massa, atau volumetrik dari cairan atau gas. Laju aliran mengacu pada kecepatan dimana proses cairan bergerak melalui pipa, lubang, atau kapal pada waktu tertentu. Empat jenis utama kalibrasi aliran atau flow meter yang sering dibutuhkan adalah: Pengukur Aliran Massa Termal, Pengukur Aliran Laminar, Rotometer – Gas dan Udara, dan Pengukur Turbin.

• Kalibrasi Pipet

Untuk laboratorium pengujian yang sering menggunakan alat ukur ini, kalibrasi pipet sangat penting dalam hasil pemipetan yang akurat dan presisi. Semua jenis pipet yang digunakan di laboratorium antara lain pipet manual saluran tunggal, multisaluran, dan pipet elektronik harus mengikuti beberapa aspek proses kalibrasi dan prosedurnya. Tujuan utama kalibrasi pipet adalah untuk memastikan bahwa pengukuran dapat dilakukan dengan akurasi yang diinginkan.

• Kalibrasi listrik

Kalibrasi listrik mengacu pada proses verifikasi kinerja instrumen apa pun yang mengukur atau menguji parameter listrik seperti: tegangan, arus, resistansi, induktansi, kapasitansi, waktu dan frekuensi. Kalibrasi listrik memerlukan penggunaan perangkat atau kalibrator presisi yang mengevaluasi kinerja properti utama untuk perangkat lain yang disebut unit yang diuji (UUT).

Instrumen yang sering digunakan untuk kalibrasi listrik adalah: Pencatat Data, Meteran Listrik, Multi-meter, Osiloskop, Penghitung Frekuensi, Penguji Isolasi, dan Penguji Lingkaran.

• Kalibrasi mekanis

Kalibrasi mekanis yaitu pengukuran yang dapat dilakukan dengan alat yang relatif sederhana untuk mencatat perubahan dimensi suatu benda karena kerusakan atau keausan selama penggunaan. Kalibrasi mekanis sangat dibutuhkan untuk penggunaan reguler, kejutan mekanis, dan paparan terhadap berbagai kondisi atmosfer dan lingkungan.

Beberapa instrumen yang paling sering diuji untuk kalibrasi mekanis meliputi: Akselerometer, Timbangan/Saldo, Muat Sel & Pengukur Kekuatan, Mikrometer, Vernier, Pengukur Tinggi, Kunci Pas & Obeng Torsi, dan Set Berat & Massa.

Berdasarkan pemaparan mengenai kalibrasi di atas, bahwasanya kalibrasi merupakan kegiatan yang memiliki berbagai manfaat sebagai penguji ketepatan alat ukur serta untuk menjaga kualitas produk atau bahan baku. Dengan proses tersebut dapat dipastikan bahwa pengukuran akan lebih akurat sehingga operasi dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Profil Azzam Ganteng

 


Cek saja di channel youtube

Jangan lupa like share komentar & subscribe yaaa 😁🙏🥰
Dukungan dan bantuan kalian sangat bermanfaat.

Semoga kalian yang sudah LIKE - SHARE - KOMENTAR & SUBSCRIBE CHANNEL  👇👇👇   Segera Naik haji, rezeki dilimpahkan selalu, diberi kesehatan, dipanjangkan umurnya, dipermudah segala urusan, dijauhkan dari orang munafiq dan orang jahat, Di selesaikan masalahnya, dihindarkan dari bahaya dan musibah, Dilindungi Allah SWT, Dan doa terbaik dari Para tim, Santri serta Kami smua. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin 🤲🤲🤲🤲🤲

Silahkan cek channel nya :
👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Channel GAC
https://youtube.com/channel/UCJOvRACmwfcs3IyGhKbb0Kw

Channel : Al Mujaddid Daya Murni
https://youtube.com/channel/UCGvmYwfxnSLBaZ_WmAawT2w

Channel : Mediaebook
https://youtube.com/channel/UC18roVLGQT5_y5pNRoHkEHw

Semoga Bermanfaat dan membantu sesama. Gratis lho. Sedekah sedikit Like Share dan Subscribe 🙏

Semoga kalian yang sudah LIKE - SHARE - KOMENTAR & SUBSCRIBE CHANNEL ☝☝☝☝ Segera Naik haji, rezeki dilimpahkan selalu, diberi kesehatan, dipanjangkan umurnya, dipermudah segala urusan, dijauhkan dari orang munafiq dan orang jahat, Di selesaikan masalahnya, dihindarkan dari bahaya dan musibah, Dilindungi Allah SWT, Dan doa terbaik dari Para tim, Santri serta Kami smua. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin 🤲🤲🤲🤲🤲


Channel Youtube Islami - Murottal - Asmaul Husna & Education

 Jangan lupa like share komentar & subscribe yaaa 😁🙏🥰

Dukungan dan bantuan kalian sangat bermanfaat.


Semoga kalian yang sudah LIKE - SHARE - KOMENTAR & SUBSCRIBE CHANNEL  👇👇👇   Segera Naik haji, rezeki dilimpahkan selalu, diberi kesehatan, dipanjangkan umurnya, dipermudah segala urusan, dijauhkan dari orang munafiq dan orang jahat, Di selesaikan masalahnya, dihindarkan dari bahaya dan musibah, Dilindungi Allah SWT, Dan doa terbaik dari Para tim, Santri serta Kami smua. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin 🤲🤲🤲🤲🤲


Silahkan cek channel nya :

👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Channel GAC

https://youtube.com/channel/UCJOvRACmwfcs3IyGhKbb0Kw


Channel : Al Mujaddid Daya Murni

https://youtube.com/channel/UCGvmYwfxnSLBaZ_WmAawT2w


Channel : Mediaebook

https://youtube.com/channel/UC18roVLGQT5_y5pNRoHkEHw


Semoga Bermanfaat dan membantu sesama. Gratis lho. Sedekah sedikit Like Share dan Subscribe 🙏


Semoga kalian yang sudah LIKE - SHARE - KOMENTAR & SUBSCRIBE CHANNEL ☝☝☝☝ Segera Naik haji, rezeki dilimpahkan selalu, diberi kesehatan, dipanjangkan umurnya, dipermudah segala urusan, dijauhkan dari orang munafiq dan orang jahat, Di selesaikan masalahnya, dihindarkan dari bahaya dan musibah, Dilindungi Allah SWT, Dan doa terbaik dari Para tim, Santri serta Kami smua. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin 🤲🤲🤲🤲🤲

Sabtu, 03 September 2022

ZERO WASTE LIFESTYLE MENANTANG KAMU UNTUK MENERAPKAN GAYA HIDUP BEBAS SAMPAH. BISA?



Gaya hidup modern mendorong manusia untuk terus menerus membutuhkan banyak barang. Kita nggak sadar kalau membeli barang sama saja menghasilkan sampah, apalagi barang sekali pakai. Aktivitas manusia semakin beragam setiap harinya, dan semakin banyak pula barang dan produk yang dibeli sehingga sampah yang dihasilkan sudah melebihi dari kemampuan alam untuk menyerapnya.

 

Kita lupa bahwa lautan dan sungai sudah tercemar, serta miliaran ton tumpukan sampah yang dihasilkan manusia tidak bisa terurai atau didaur ulang. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah meluap dan tidak lagi bisa menampung timbunan sampah. Longsor sampah pernah terjadi di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada tahun 2005. Sebanyak 143 orang terkubur dalam longsor sampah dan tidak kurang dari 86 rumah lenyap ditelan sampah.

 

Studi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa hanya 7% sampah di Indonesia yang dapat dikompos dan didaur ulang, dan 69% produksi sampah hanya ditimbun di TPA dan produksi sampah harian bisa mencapai ratusan ribu ton!

 

Menyadari sistem pengolahan sampah di Indonesia yang belum maksimal dan gaya hidup modern dan konsumtif yang destruktif terhadap alam, pada akhirnya kita sudah tiba dalam kondisi dimana zero waste sangat diperlukan, demi kejar mimpi menyelamatkan bumi dan generasi manusia selanjutnya.

 

 

Mengapa gaya hidup zero waste dibutuhkan?

 

Saat ini masyarakat dunia sedang hidup dalam ekonomi linear, dimana sumber daya alam diambil untuk dikelola menjadi produk, dan limbahnya tidak didaur ulang atau digunakan kembali. Timbunan limbah pun melonjak.

 

Konsep ekonomi linear adalah "Ambil - Pakai - Buang" yang berdampak buruk untuk lingkungan

 

 

Ekonomi linear juga berdampak besar Indonesia telah mengalami urbanisasi dan pembangunan ekonomi yang berhasil mengangkat jutaan orang dari kemiskinan. Daya beli dan pola konsumsi meningkat, tingkat produksi setiap tahunnya bertambah karena permintaan pasar, sehingga berdampak kepada kualitas udara, kesehatan manusia dan jumlah produksi sampah yang dihasilkan.

 

Riset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyimpulkan bahwa produksi sampah nasional di Indonesia mencapai 175.000 ton per hari. Rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari. Jika dikalkulasi dalam skala tahunan, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64juta ton!

 

Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Banyaknya penduduk yang tinggal di sebuah negara tentunya akan menumpulkan sejumlah persoalan, diantaranya adalah produksi sampah dan pengolahannya. Oleh karena itu, zero waste sangat dibutuhkan untuk menjadi solusi terhadap permasalahan sampah.

 

 

Apa itu zero waste?

 

 

Zero waste atau bebas sampah adalah sebuah konsep yang mengajak kita untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah. Tujuannya adalah agar sampah tidak berakhir di TPA, menjaga sumber daya dan melestarikan alam.

 

Metode zero waste adalah 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan sampah). 5R ini menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

 

Tidak sedikit yang pesimis dan sarkastik dengan istilah nol sampah dan menganggap bahwa itu tidak mungkin dilakukan. Mana mungkin manusia hidup di zaman modern seperti ini tidak menghasilkan sampah? Tidak mudah untuk mengaplikasikan gaya hidup nol sampah di tengah infrastruktur dan masyarakat yang belum mendukung. Masih banyak kita temukan makanan dan minuman dengan plastik di pasar atau supermarket.  

 

Perlu kamu ketahui bahwa gaya hidup zero waste bukan berarti mengkriminalkan barang-barang plastik, barang sekali pakai dan sejenisnya. Konsep zero waste lebih kepada pengendalian diri kita untuk tidak lagi konsumtif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kita menjadi lebih sadar terhadap apa yang kita beli dan konsumsi, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan.

 

Karena zero waste adalah gaya hidup, tentunya butuh proses untuk menjalaninya. Lakukan perlahan, tapi pasti dan konsisten. Hal yang bisa kamu lakukan di awal adalah perbanyak literasi, update dengan informasi terkait kondisi lingkungan kita. Kesadaran terhadap dampak untuk lingkungan yang akan didapat dengan kita mengaplikasikan gaya hidup zero waste di kehidupan sehari-hari akan menjadi motivasi untuk menerapkan gaya hidup bebas sampah ini.

 

 

Apa saja manfaat zero waste?

 

1. Minim sampah

 

Karena tujuan utama zero waste adalah mengurangi dan mengeliminasi sampah, tentunya manfaat utama yang paling dirasakan adalah produksi sampah menjadi berkurang.

 

2. Kamu jadi sehat

 

Menerapkan gaya hidup zero waste akan membuat kamu jadi lebih sehat. Kamu tidak lagi mengonsumsi makanan instant dalam kemasan dan beralih ke makanan non kemasan seperti sayuran dan buah. Kamu akan lebih memprioritaskan makanan yang kamu konsumsi dan tidak membeli jajanan makanan ringan dalam kemasan yang tidak perlu.

 

3. Hemat

 

Karena kamu tidak lagi mengonsumsi makanan instant dalam kemasan yang menghasilkan sampah plastik, kamu akan beralih ke belanja sayuran dan buah di pasar. Gaya belanja kamu akan lebih banyak perhitungan karena sebisa mungkin kamu akan membeli makanan tanpa kemasan, yang lebih banyak didapatkan di pasar tradisional dengan harga yang murah.

 

 

Bagaimana langkah sederhana memulai gaya hidup zero waste?

 

Karena tujuan utama gaya hidup zero waste adalah untuk membuat sampah tidak terkirim atau berakhir di TPA, maka langkah utama untuk memulai gaya hidup bebas sampah adalah dengan meminimalisir dan memanfaatkan kembali sampah yang kamu hasilkan agar siklus hidupnya lebih panjang.

 

Berikut adalah langkah sederhana untuk menerapkan gaya hidup zero waste:

 

1. Memanfaatkan Barang yang Tidak Dipakai

 

Beberapa dari kita mungkin berpikir untuk membeli barang baru demi gaya hidup zero wasteSebenarnya kamu bisa memanfaatkan barang-barang yang kamu miliki dan masih bisa dipakai berulang kali. Misal kamu sulap baju bekas menjadi tas belanja sendiri. Dengan begitu kamu tidak perlu menambah jumlah barang di rumah.

 

2. Membeli makanan secukupnya

 

Percaya atau tidak, Indonesia ternyata negara yang memproduksi sampah makanan terbesar kedua di dunia, lho! Beli makanan sesuai porsimu dan jangan berlebihan. Selalu bawa wadah makanan saat kamu sedang makan di luar rumah untuk menampung makanan yang tersisa untuk kamu konsumsi lagi nanti.

 

3. Think Before You Buy It

 

Kita pasti selalu mencari atau membeli barang yang praktis dan kadang tergoda dengan keinginan impulsive kita. Akhirnya kita tidak berpikir panjang, apakah ini kebutuhan atau keinginan dan kemana perginya barang ini setelah dikonsumsi. Coba deh mulai menjadi smart consumer dengan hanya membeli barang yang kamu butuhkan saja dan menolak bungkusan atau kantung plastik.

 

Selain lebih hemat, kamu juga mengurangi jejak karbon. Bonusnya, kamu jadi lebih bahagia karena hidup kamu lebih sederhana tanpa banyak barang di sekeliling kamu.

 

4. Mulai memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

 

Meskipun kita masih menghasilkan sampah, tapi setidaknya kita bisa membantu mengurangi dan mengolah sampah dengan memisahkan tempat sampah organik dan anorganik.

 

Sampah organik adalah sampah yang bisa diuraikan seperti sayuran, sisa makanan, dan buah-buahan. Sedangkan sampah anorganik itu sampah kering seperti kertas, botol, kaca, atau bekas kemasan plastik sabun cuci, yang bisa didaur ulang. Setelah dikumpulkan, cari bank sampah di kotamu seperti waste4change, banksampah.id atau lainnya yang menerima sampah kering ataupun organik untuk diolah lagi.

 


 

Gaya hidup zero waste membantu kita untuk mengevaluasi gaya hidup dan melihat bagaimana sesuatu yang kita konsumsi bisa berdampak terhadap lingkungan. Bumi, tempat satu-satunya manusia tinggal, saat ini sedang dalam kondisi kritis. Yuk kita saling mengingatkan dan belajar untuk lebih peduli dan berbuat sesuatu terhadap kelangsungan bumi kita. Menerapkan gaya hidup zero waste adalah salah satunya.


Pada 2019 yang lalu, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 190.000 ton setiap harinya. Jika masalah tersebut dibiarkan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan melebihi kapasitasnya dan tidak lagi bisa mengatasi sampah-sampah tersebut. Gerakan zero waste adalah solusi jangka panjang yang lebih mumpuni daripada membuang sampah ke TPA. Gaya hidup ini kian digandrungi di berbagai negara maju, khususnya mereka yang sudah mulai paham mengenai bahaya kerusakan lingkungan. Zero waste menjadi populer karena memiliki berbagai manfaat pada lingkup individu maupun masyarakat secara umum. Mengapa bisa demikian? Apa itu zero waste? Gerakan zero waste, atau dalam bahasa Indonesianya disebut bebas sampah, adalah suatu upaya konservasi sumber daya yang melibatkan produksi, konsumsi, penggunaan kembali, dan pemulihan produk hingga kemasannya. Sederhananya, zero waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri. Alih-alih membuang sumber daya, penganut gaya hidup zero waste bertujuan untuk membuat sistem di mana semua sumber daya dapat dikembalikan sepenuhnya ke alam. Gerakan ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya. Penerapan upaya bebas sampah ini diharapkan dapat mengeliminasi sampah yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, alam, hewan, maupun planet bumi itu sendiri. Baca juga: Komunitas Zero Waste Nusantara, Berbagi Gaya Hidup Minim Sampah Bagaimana menjalankan gaya hidup zero waste? Gaya hidup zero waste sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dijalani. Sebagai permulaan, kita dapat memulainya dari rumah. Contohnya, ketika membersihkan dapur, kita dapat memakai kain sebagai alat bersih-bersih daripada tisu. Dengan demikian, kita sudah mengurangi sampah tisu. Kemudian, ketika berbelanja usahakanlah berbelanja di toko yang berada di sekitar rumah daripada di supermarket besar. Gunakanlah tas belanja yang dibawa sendiri dari rumah ketika berbelanja. Selain menyokong ekonomi lokal, kita juga mengurangi pemakaian plastik yang berbahaya bagi alam. Untuk memaksimalkan hidup yang bebas limbah, ada baiknya untuk mengikuti prinsip zero waste yang terdiri dari 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan sampah). Prinsip 5R ini menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Baca juga: 5 Gaya Hidup yang Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan dan Lingkungan... Apa saja manfaat yang didapat dari zero waste? Gaya hidup bebas limbah atau zero waste memberikan banyak manfaat baik dalam skala individu maupun masyarakat, di antaranya adalah: 1. Dapat menghemat pengeluaran Dengan menerapkan zero waste, maka kita akan mengurangi frekuensi berbelanja dan lebih sering membuat barang-barang sendiri. Sebagai contoh, dibanding membeli produk pembersih kaca, kita bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti cuka dan soda kue. 2. Fokus pada produk-produk yang tahan lama Gaya hidup zero waste akan membuat fokus kita berubah dalam hal berbelanja. Kita akan menjadi cenderung lebih memilih barang-barang yang awet dan tahan lama - baik itu urusan pakaian atau furnitur rumah tangga. Dengan demikian, kita pun bisa semakin menghemat pengeluaran. 3. Tidak ada lagi makanan sisa Inilah salah satu manfaat terbesar dari penerapan zero waste. Tidak akan ada lagi makanan sisa yang terbuang sia-sia di rumah. Bagaimana caranya? Tentu dengan membeli makanan secukupnya dan membeli makanan yang tahan lama saja. 4. Meningkatnya kesehatan & turunnya berat badan Dengan membeli makanan secukupnya, maka kita tidak akan membeli makanan yang sembarangan pula. Makanan bernutrisi akan menjadi pilihan utama sehari-hari. Dengan demikian, pola makan kita juga dapat berubah menjadi lebih baik. Apabila kita mengalami kelebihan berat badan sebelumnya, berat badan pun dapat turun dengan perubahan pola makan dan diet setelah menerapkan zero waste. 5. Mendukung upaya mengatasi pemanasan global Dengan menerapkan gaya hidup zero waste, kita turut membantu mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Tentu karena kita tidak banyak membeli makanan-makanan berproses atau cepat saji. Pasalnya menurut EPA, Badan Perlindungan Lingkungan dari Amerika Serikat, makanan cepat saji berkontribusi terhadap 42% dari total emisi gas rumah kaca di dunia. Baca juga: Cara Sederhana Hidup Ramah Lingkungan Negara Swedia merupakan contoh negara yang masyarakatnya telah sukses dalam menerapkan zero waste dalam kesehariannya. Budaya mendaur ulang sudah mengakar dalam masyarakat Swedia sejak dekade 90-an. Berkat hal ini, pada tahun 2014 hanya 1% dari seluruh sampah dan limbah di seluruh Swedia yang sampai di Tempat Pembuangan Akhir. Sisanya sudah mengalami proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Menerapkan zero waste sebagai gaya hidup adalah suatu langkah awal bagi kita untuk melindungi alam yang akan kita wariskan pada anak cucu kita nanti. Yuk dimulai dari sekarang!


Dewasa ini, permasalahan sampah plastik menjadi isu yang sedang ramai diperbincangkan dan didiskusikan bersama. Permasalahan sampah plastik ini menyangkut kehidupan seluruh makhluk hidup di masa sekarang dan nasib generasi mendatang. Melihat dampak buruk dari sampah plastik yang menjadi salah satu dari masalah utama kerusakan lingkungan di bumi. Maka sudah saatnya kita bersegera mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan minim sampah (Zero Waste Lifestyle). Gaya hidup zero waste dengan praktik keseharian menghindari kemasan plastik sekali pakai, pemilahan sampah, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos memang bukan hal mudah untuk diterapkan. Namun melalui pembiasaan dalam perilaku keseharian penerapan gaya hidup zero waste akan mudah dijalankan.


Telah banyak kita dengar beragam komunitas secara rutin menggelar kegiatan karikatif seperti bersih pantai, sungai dan gunung. Kegiatan bersih sampai di kawasan ekosistem tersebut merupakan inisiatif yang baik. Namun tindakan semacam beach cleaning yang menjamur di kalangan komunitas peduli sampah dan lingkungan tersebut bersifat kuratif yang sesungguhnya tidak menyelesaikan akar masalah pencemaran sampah. Perlu ada tindakan preventif, khususnya di kalangan masyarakat sebagai konsumen dari barang dan jasa yang potensial menjadi sumber penghasil sampah terutama plastik. Upaya pencegahan di level konsumen bisa jadi langkah strategis mengurangi timbulan sampah plastik secara signifikan. Selain itu, kesadaran konsumen untuk mulai meninggalkan produk seperti sedotan dan kantong plastik sekali pakai dapat menekan pemerintah, khususnya di level daerah untuk mengeluarkan kebijakan pelarangan beberapa jenis produk plastik yang menjadi pencemar utama lingkungan.


Adagium ‘mencegah lebih baik daripada mengobati’ yang sering dipakai pada konteks kesehatan sesungguhnya bisa diterapkan juga dalam konteks urgensi gaya hidup zero waste. Timbulan sampah yang menjadi masalah lingkungan selama ini lebih banyak ‘diobati’ seperti dengan bank sampah, ecobrick, hingga kegiatan bersih sampah. Namun langkah mencegah timbulan sampah terutama plastik bisa diminimalisasi belum masif. Secara perlahan dan berangsur kampanye minimalisasi sampah mulai dapat diterima terutama di kalangan anak muda dan kelas menengah perkotaan.

Gaya hidup zero waste secara perlahan menjadi trend yang berimplikasi positif bagi lingkungan hidup. Kesadaran dalam perilaku seperti dengan membawa kantong belanja sendiri hingga wadah makan dan minum cukup berdampak pada pengurangan kantong plastik sekali pakai. Kebiasaan membawa botol minum guna ulang menggantikan botol air mineral sekali pakai. Botol air mineral berdasarkan penelitian tidak direkomendasikan dipakai berulang karena mengandung bahan BPA (bisphenol-A). Kandungan BPA dalam botol plastik berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Penggunaan sedotan dari bahan bambu atau stainless steel kini mulai diterapkan oleh pelaku usaha sebagai jawaban atas keresahan konsumen. Perubahan perilaku konsumen secara perlahan ternyata berdampak signifikan menekan sektor usaha untuk membuat perubahan. Memulai dengan langkah kecil dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan pada akhirnya akan berdampak besar untuk bumi ini. Hal besar dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten dilakukan.Gaya hidup Zero Waste tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan hidup, tetapi juga berkontribusi menghemat pengeluaran keuangan. Gaya hidup ramah lingkungan mendorong efisiensi anggaran melalui pengurangan konsumsi. Kebiasaan membawa botol air minum mengurangi pembelian air mineral kemasan. Alokasi untuk pembelian botol air kemasan harian dapat dipergunakan untuk menabung atau kebutuhan lain. Gaya hidup zero waste ramah lingkungan dan ramah kantong.

Perlu diketahui bahwasanya masyarakat Indonesia tanpa disadari sejak dulu sudah menerapkan Zero Waste, tetapi karena efek negatif kapitalisme global membuat masyarakat Indonesia sekarang ini lupa akan identitasnya, secara tanpa disadari telah meninggalkan budaya leluhur yang itu sangat baik. Pada zaman nenek moyang dulu, untuk menghormati tamu, dibuatkan teh atau kopi dalam teko dan disediakan pula gelas kecil kaca untuk menuangkan teh atau kopi. sedangkan, sekarang ini dengan alasan praktis dan tidak repot. Masyarakat Indonesia membeli air minum dalam kemasan.

Penerapan gaya hidup zero waste telah dipraktekkan oleh leluhur nusantara. Dahulu penyajian makanan memanfaatkan daun seperti daun pisang dan jati. Kebutuhan air minum didapatkan dari proses memasak air. Tamu akan disuguhkan minuman seperti teh dan kopi, bukan air mineral kemasan. Perkembangan zaman kita akui membawa dampak baik sekaligus buruk. Keinginan untuk menghindari kerepotan seperti mencuci wadah makan dan minum membuat penggunaan plastik meningkat drastis. Kembali pada kearifan lokal dalam upaya menerapkan gaya hidup zero waste bukan sebuah kemunduran. Hal tersebut justru langkah maju untuk turut serta menyelamatkan lingkungan hidup.

Momentum Idul Adha mendatang bisa kita jadikan sebagai langkah awal untuk kembali pada kearifan lokal dalam upaya minimalisasi sampah terutama plastik. Pembagian daging kurban dengan tas kresek bisa kita ganti dengan besek atau daun. Jika langkah ini diterapkan secara masif di seluruh masjid, maka akan berdampak sangat signifikan. Tradisi leluhur nusantara dan ajaran semua agama menganjurkan pelestarian lingkungan. Dalam ajaran Islam anjuran untuk menjaga lingkungan dan mencegah kerusakan alam dari tangan manusia tertuang dalam Al Qur’an secara khusus. Substansi gaya hidup zero waste telah diwariskan leluhur dan menjadi bagian ajaran agama. Maka saatnya kita go for zero waste!

Jumat, 02 September 2022

KUMPULAN MUROTTAL MERDU DAN ASMAUL HUSNA

https://www.youtube.com/channel/UCJOvRACmwfcs3IyGhKbb0Kw









 

Cara Export File CorelDraw ke JPG atau PNG Tidak Pecah

 

Cara Export File Corel ke JPG atau PNG Tidak Pecah

Setiap orang pasti menginginkan suatu hasil karyanya bisa tampil maksimal dan mudah dinikmati banyak orang. Suatu karya seni juga bisa dihasilkan melalui media digital, salah satunya adalah membuat gambar menggunakan software seperti CorelDraw dan sejenisnya.

Aplikasi ini sering digunakan oleh para desainer grafis dalam membuat suatu gambar, ilustrasi, desain, logo serta masih banyak lainnya.

Yang paling penting adalah dalam membuat suatu karya kita harus memperhatikan kualitas yang baik, salah satunya dengan cara resolusi gambar agar tidak pecah.

Orang mana yang bisa menikmati gambar grafis tetapi tampilannya pecah dan tidak enak dilihat, tidak sampai disitu saja ukuran resolusi yang pecah juga bisa mengganggu hasil ketika dicetak, bukannya keren dan jelas yang ada hasilnya bakal buram.

Tenang saja, kamu bisa mengantisipasi hal diatas agar hasil karya kamu tidak pecah dan bisa dinikmati banyak orang.

Cara Export File CorelDraw Tidak Pecah

Caranya adalah dengan mengatur settingan gambar di CorelDraw ketika melalui proses export. Karena suatu file yang dibuat di CorelDraw untuk dijadikan gambar dalam format JPG atau PNG harus melalui tahap export dulu.

Untuk mengantisipasi gambar pecah, disini kita akan berikan cara export file CorelDraw ke JPG dan PNG dengan benar. Ikuti langkah dibawah ini :

  1. Buka file CorelDraw yang ingin kamu export.
  2. Klik bagian menu File kemudian kamu pilih tombol “Export”.

    Klik Menu Export
    Klik Menu Export
  3. Atau ingin ringkasnya bisa pakai tombol shortcut CTRL+E.
  4. Pilih folder untuk menyimpan, rubah “Save as type” menjadi JPG/PNG dan tekan tombol Export.

    Ubah Save As Type Menjadi JPG atau PNG dan Klik Export
    Ubah Save As Type Menjadi JPG atau PNG dan Klik Export
  5. Nanti akan muncul dialog seperti ini, kamu akan disuruh untuk mengisi format export sebelum gambar kamu jadi.
  6. Ubah Quality menjadi “Highest”.

    Ubah Preset Corel Menjadi Seperti Ini
    Ubah Preset Corel Menjadi Seperti Ini
  7. Centang “Maintain Size”.

    Centang Opsi Maintain Size
    Centang Opsi Maintain Size
  8. Supaya hasil gambar tidak pecah, pastikan kamu telah mengubah settingan yang paling tinggi di kotak “Resolution”, karena semakin tinggi resolusinya maka semakin bagus hasil kualitasnya.

    Resolusi Jadikan ke 300 Agar Hasil Gambar Corel Tidak Pecah
    Resolusi Jadikan ke 300 Agar Hasil Gambar Corel Tidak Pecah
  9. Terakhir pencet tombol “OK”.

    Terakhir Klik Ok dan Coba Lihat Hasil Export Corelmu Pecah atau Tidak
    Terakhir Klik Ok dan Coba Lihat Hasil Export Corelmu Pecah atau Tidak
  10. Sekarang kamu buka apakah file hasil export tadi pecah atau tidak.
https://youtu.be/OhOGd7vMbjs

Sekarang jangan khawatir lagi hasil gambar yang kamu export dari CorelDraw bakal pecah lagi, tinggal ikuti langkah diatas maka kualitas resolusinya jadi lebih bagus dan tidak bakal pecah lagi. Semoga bermanfaat. 

Kisah Selembar Kertas dan Sebuah Topi

 

Kisah Selembar Kertas dan Sebuah Topi

Bandar Lampung — Kisah selembar Ijazah yang kami ceritakan ini adalah kisah nyata. Meskipun tidak semua orang merasakan tapi kebanyakan kalangan sudah merasakannya. Ada hal manis dan pahit, kecut maupun asinnya dibangku kuliah. Tak ada kata mudah ataupun tanpa rintangan semasa dibangku kuliah yang menempuh sarjana dengan cepat, tepat waktu maupun terlewat atau biasa di sebut mahasiswa Legend.

“Selama kita hidup di lingkungan masyarakat, jangan pernah menuruti sifat egois dan sikap angkuh. Karena hidup kita butuh mereka, mereka butuh kita. Tingkatkan rasa sosial mu yang tinggi.”

“Perbanyaklah teman jika kamu ingin tidak mati mengenaskan.”

“Utamakan teman terlebih lagi sahabat atau rekan yang akrab maupun dekat dari pada wanita atau lawan jenis dalam arti punya rasa lebih maupun spesial. Jangan pernah bertengkar karena hanya demi hal sepele apalagi lawan jenis yang kita suka”.

(Friends is number one)

Dalam kesempatan ini kami menceritakan perjalanan selama dibangku kuliah hingga memakai toga wisuda. Ada beberapa nama yang ingin menceritakan kisahnya, sebagai berikut :

1. Samsul Huda

2. Lian Safrudin

3. Lukman Mulana

4. Reffan Dwi Susilo

5. Nur Rahman

6. Wahyu Ramadhan

7. Dion Alfarizi

8. Ahmad Sugiarto

Dari delapan nama tersebut, mari kita simak satu persatu dari cerita maupun kisah yang dialami semasa dibangku kuliah hingga memakai toga wisuda.

1. Perjalanan Samsul Huda, S.Pd

Samsul huda telah merasakan manis, pahit, dan kecut maupun asinnya di bangku kuliah. Pada tahun 2011 samsul huda diterima pada perguruan tinggi atau universitas ternama dilampung, yaitu Universitas Lampung (UNILA), Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Semasa ia kuliah, selalu rajin masuk dan jarak tempuh yang lumayan dengan waktu lebih kurnag 20 menit sampai 15 menit. Ia selalu fokus kuliah, tidak ada satupun organisasi yang di ikutinya, karena dapat himbauan dari kakaknya, dengan bahasa “fokus kuliah saja, jangan ikut organisasi, nanti ganggu nilai kuliah”. Dari situlah dia tidak pernah merasakan suasana berorganisasi dan tidak tau birokrasi suatu lembaga maupun instansi.

Sikap tersebut ada dampak positif dan juga negatif. Kenapa kami berkata seperti itu? Karena!

Dampak positif fokus kuliah dan tidak mengikuti organisasi adalah benar kita bisa fokus dan selesai kuliah dengan cepat ataupun tepat waktu. 4 tahun samsul selesai kuliah dan wisuda.

Dampak negatifnya, kita tidak punya pengalaman mengenai organisasi, birokrasi, politik maupun lihai dalam berbicara. Kuliah cepat atau fokus dengan nilai pun tidak menjamin dari semester 1 sampai semester 8 nilai kita baik ( A dan B ) ternyata tetap mendapatkan nilai C bahkan D. Tetapi dengan kegigihannya dia mampu memperbaiki nilai yang turun menjadi baik. Dia pun sedikit kaget setelah ia terjun ke dunia kerja dengan sistem serta politik di dunia luar.

Sekarang samsul sudah sukses dan tenang dengan pekerjaannya di PemProv Lampung bagian Humas. Semoga selalu sukses dan dilimpahkan rezekinya, Amin

2. Perjalanan Lian Safrudin, S.E

Lian safrudin adalah salah satu mahasiswa Universitas Lampung juga, seangkatan dengan Samsul huda tetapi berbeda fakultas dan prodi. Lian sudah kenyang dengan manis dan pahit, kecut, asinnya dibangku kuliah. Ia mahasiswa fakultas Ekonomi, Prodi Akutansi. Lulus kuliah pada tahun 2016. Lian salah satu mahasiswa yang aktif organisasi, dengan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa dan organisasi ekstra yaitu Himpinan Mahasiswa Islam (HMI). Meskipun ia aktivis, ia juga masih butuh banyak belajar.

Lian bekerja di PU Tulang Bawang Barat. Ia pun sukses dengan kariernya, dan banyak belajar juga setelah ia masuk kedalam dunia kerja meskipun sudah memiliki bekal saat menjadi aktivis.

Meskipun ia terlewat target 4 tahun di bangku kuliah, setidaknya memiliki bekal dan gambaran birokrasi ataupun politik. Disitulah manfaatnya.

3. Perjalanan Lukman Maulana, S.Pd

Lukman Maulana merupakan salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Agama Islam. ia masuk di bangku kuliah pada tahun 2013, dan selesai pada tahun 2018. Lukman juga cukup puas dengan manis dan pahut, kecut maupun asinnya bangku kuliah.

Lukman salah satu mahasiswa yang punya target wisuda cepat dan di imbangi dengan organisasi atau menjadi mahasiswa aktivis. Akan tetapi meskipun ia mengenyam bangku kuliah selama 5 tahun, ia cukup banyak ilmu dan pengalaman manis dan pahit, kecut maupun asinnya bangku kuliah. Dengan berbagai masalah seperti ekonomi, keluarga, organisasi, pribadi maupun nilai kuliah.

Selain aktif kuliah, ia juga aktif organisasi. Peduli terhadap teman-teman yang mebutuhkan, serta sabar dalam keadaan apapun. Lukman sempat mengalami pengulangan mata kuliah di semester 8 dengan mata kuliah yang di ambil adalah semester 6. Maka dari itu ia wisuda di semester 10. Semoga hikmahnya jauh lebih luar biasa.

4. Perjalanan Reffan Dwi Susilo, S.Pd

Reffan Dwi susilo merupakan teman seperjuangan Lukman Mualana, bahkan teman sekelas di Prodi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Teman seperjuangan dengan hal yang di alami pun hampir sama. Manis dan Pahit, kecut maupun asinnya bangku kuliah juga telah ia rasakan.

Reffan wisuda berbarengan dengan lukman dan tersisa satu orang yang tertinggal yaitu Ahmad Sugiarto. Seluk beluk perjalanan selama dibangku kuliah yang sangat sama persis ialah Lukman Mualana dengan Ahmad Sugiarto. Reffan orang yang cerdas, tidak mengikuti organisasi tetapi dia bisa mengimbangi teman-temannya. Akan tetapi masih butuh banyak belajar untuk memahami suatu birokrasi dan politik, karena hidup ini pasti ada birokrasi dan juga politik. Tidak ada yang tidak menggunakan birokrasi dan politik.

Reffan dan Lukman saat ini telah bekerja di suatu instansi atau sekolah. Reffan mengajar sebagai Guru Sekolah Menengah Pertama di SMP N 7 Bandar Lampung, sedangkan Lukman mengajar di SD N Bandar Jaya. Sebagai guru Pendidikan Agama Islam.

5. Perjalanan Nur Rahman “calon ,S.Kom”

Nur Rahman merupakan salah satu mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL), Fakultas Ilmu Komputer, Prodi Tekhnik Informatika. Dengan gerak gerik yang baik dan penuh perjuangan ia bisa kuliah di UBL dengan Beasiswa. Awal masuk di UBL pada tahun 2015 sampai sekarang. Telah merasakan juga manis dan pahit, kecut maupun manisnya di kehidupan dan juga bangku kuliah.

Pada tahun 2015 sampai saat ini pun ia masih menjabat sebagai ketua kelas, bahkan di tahun 2016 ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Prodi Tekhnik Informatika periode 2016-2017. Separuh periode ia naik sebagai Ketua Umum sampai selesai.

Semasa kuliah itu tidak ada yang mudah. Bisa dikatakan susah susah gampang. Perjuangan dan upaya dalam kuliah maupun kegiatan organisasi itu penuh usaha. Mendapatkan nilai kuliah yang baik juga butuh perjuangan. Dan nur membentuk suati perkumpulan ataupun tim IT dengan Nama Shafpro, juga berusaha mendirikan atau meneruskan KSR PMI Unit UBL, meski belum diresmikan atau terakreditasi.

Nur sempat Magang di Puskom UBL, selama lebih kurang 2 tahun atau 4 semester. Bersama wahyu pula. Selain itu juga, nur sempat bekerja di cafe malam outdoor ikut bersama kakaknya Ahmad Sugiarto dan mengajak temannya Khairul Amin, lebih kurang selama 2 sampai 3 bulan.

Dari Jabatan-jabatan tersebut selalu mendapatkan motivasi atai dorongan dari kakaknya hingga ia bisa sukses seperti itu. Karena menurut kakaknya “biarkan saya gagal dalam perkuliahan dan organisasi, asalkan adik-adik kandung saya bisa berhasil maupun adik-adik terdekat”. Ujar Ahmad sugiarto.

Shafpro sedang proses lebih baik lagi, mulai merancang SOP. Website dan blog sudah ada, (www.shafpro.com dan shafpro.blogspot)

6. Perjalanan Wahyu Ramadhan “calon , S.Kom”

Wahyu Ramadhan merupakan anak yang genuis dan super. Terutama dalam bidang teknologi maupun jaringan. Ia salah satu dari anggota Shafpro, dan ia yang paling di andalkan. Wahyu merupakan salah satu mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL), ia teman sekelas dengan Nur Rahman. Dengan kekaleman dan pendiemnya wahyu, tidak ada yang menyangka bahwa ia sangat luar biasa. Wahyu pun sudah merasakan Manis dan pahit, kecut maupun asinnya di bangku kuliah.

Meskipun wahyu tidak begitu aktif dalam kegiatan organisasi, tapi dia sering mengikuti kegiatan dan sangan berpartisipas.

Prodi IT pernah mengadakan Event perlombaan dan wahyu dengan mudahnya membuat website Liga HMIT dalam waktu singkat, tidak menghabiskan waktu sehari, hanya cukup 3-4 jam saja.

Dengan kecerdasan tersebut, ia di lirik dengan dosennya untuk bergabung atau di kontrak selama setahun dalam pengerjaan Proyek di Kampus.

Wahyu dan Nur saat ini kuliah gratis dengan beasiswa 100%, dengan keaktifan dan kegigihan mereka beserta teman-teman lainnya mereka bisa menghasilkan uang sendiri. Shafpro lah wadah mereka berkreasi, yang berjumlah 7 anggota, sebagai berikut : 1. Nur Rahman “UBL” (Ketua). 2. Wahyu Ramadhan “UBL” (Wakil Ketua). 3. Fajar Fachrurrozi “UBL” (Bendahara). 4. Ahmad Sugiarto “UIN RIL” (Sekretaris). 5. Khairul Amin “UBL” (SDM). 6. Marpita “UBL” (Analisis/database). 7. Erni SriWahyuni “UBL” (Designer Graphic).

Nama-nama tersebut termasuk generasi emas negara yang memiliki kemampuan dan skill masing-masing. Kesuksesan itu kita yang menentukan, bukan orang lain.

7. Perjalanan Dion Alfarizi “calon S.Sos”

Dion Alfarizi merupakan mahasiswa baru yang belum lama masuk kuliah dan merasakan nikmatnya bangku kuliah. Saat ini ia sedang menempuh kuliah di semester 3 menuju semester 4. Ia pun bisa dikatakan masih awal untuk merasakan manis dan Pahit, kecut maupun manisnya bangku kuliah. Tapi dion cukup luar biasa, meskipun terkadang mengeluh, ia termasuk anak yang luar biasa. Bisa menjadi contok atau gambaran untuk teman-teman kelak.

Dion kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Administrasi bisnis, awal masuk pada tahun 2017. Ia termasuk anak yang rajin, kalem, baik, lugu, cerdas, kreatif dan juga prihatin.

Baru masuk dunia perkuliahan saja, ia sudah berhasil mengikuti langkah Nur Rahman, meskipun kandas di bagian ketua kelas, tidak berhasil menjabat sebagai ketua kelas, namum tetap optimis bersiap mencalonkan menjadi ketua umum Himpunan (HIMABI).

Dion pun melanjutkan dan ikut mencari pengalaman dengan magang di puskom UBL, dan ia di UBL beasiswa Bidikmisi. Dengan semangat dan optimisnya itulah dion bisa mandiri dan menjadi pribadi yang luar biasa. Tidak merepotkan orang tua. Ia aktif di pramuka, dan menjadi pendiri Pramuka di UBL. Cukup aktif dan aktivis di kampus. Tetap saja ia masih butuh banyak belajar dalam organisasi.

Dion pun sering meminta arahan atau sharing dengan kakak kos nya yang sudah seperti saudara kandung sendiri. Di kos ia tidak sendiri, ia bersama Nur Rahman dan Ahmad Sugiarto. Meskipun terkadang mereka sering salah paham dan kurang cocok tapi mereka sanggup untuk tetap kompak dan damai.

8. Perjalanan Ahmad Sugiarto “calon ,S.Pd”

Ahmad Sugiarto merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Agama islam. Seperjuangan dengan Reffan Dwi Susilo dan Lukman Maulana di UIN RIL. mereka teman sekelas dan bisa dikatakan sahabat. Masuknya kuliah di UIN RIL pada tahun 2013. Ia lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, Jurusan Multimedia pada tahun 2012, namun ia tidak langsung meneruskan ke jenjang kuliah. Tahun 2012 – 2013 ia bekerja mengajar di SMK Muhammadiyah Tumijajar pada kegiatan Ektrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR), dalam sejarah PMR unit Smk Muhammadiyah Tumijajar tersebut awal berdirinya tahun 2010, dan Ahmad Sugiarto salah satu dari pendirinya, ia paling banyak berkontribusi di PMR tersebut hingga saat ini. Selain mengajar PMR, ia berdagang di pasar setiap hari.

Setelah itu pada tahun pada tahun 2013 ia melanjutkan ke bangku kuliah. Manis dan pahit nya serta perjuangan yang tidak mudahpun telah ia rasakan.

Ia sudah pernah merasakan bekerja di cafe, mengajar, dan juga ikut orang. Bahkan kuliah dengan problem nilai hingga bersamaan menghadapi maupun melalui proses tersebut sama persis dengan Lukman Maulana.

Pada awal kuliah sampai semester 4 pun ia masih sering pulang pergi dari Bandar Lampung ke Tulang Bawang Barat dalam satu minggu sekali hanya untuk melatih dan mendampingi adik-adik atau murid PMR nya, ia berhenti mengajar PMR di SMK Muhammadiyah Tumijajar pada Tahun 2015. Semasa masih semester 1 sampai 4, ia tergolong mahasiswa yang aktif organisasi, organisasi Ekstra maupun Intra, meskipun tidak aktif 99%, tapi ia pernah mengikuti beberapa organisasi kampus, seperti : UKM Puskima, UKM HMI, UKM PMII, dan juga UKM Bapinda.

Ia pernah mengikuti pelatihan Sertifikasi Nasional. Seperti LSP TIK dan LSP Komputer di Hotel Bukit Randu, Hotel Horison dan Hotel Novotel Bandar Lampung, dengan Klaster Multimedia, Practice Office Advance (POA) dan Designer Graphic. Bersama adiknya Nur Rahman, namun berbeda klaster. Nur Rahman mengambil klaster Junior Networking dan Operator Komputer.

Pada tahun 2015, setelah ia berhenti mengajar dan PP dari Bandar Lampung – Tulang Bawang Barat di Smk Muhammadiyah pada ekskul PMR, ia langsung meneruskan ketingkat diatas PMR, yaitu KSR di kampus UIN RIL. Dalam kampus di sebut UKK KSR PMI Unit UIN RIL. Gerakan dan tindakan yang luar biasa dilakukan oleh Ahmad Sugiarto. setelah ia menjadi anggota UKK KSR PMI Unit UIN RIL, ia memberanikan mengambil keputusan dan bertindak dengan bijak. Pada tahun 2016, UKK KSR PMI Unit UIN RIL pernah menjadi tuan rumah dalam acara Gladian Relawa VI Perti se-Indonesia yang berhasil di rekomendasikan saat Gladian Relawan V di Aceh. Disitulah ahmad sugiarto memberanikan diri menjadi Ketua Pelaksana dengan beberapa problem sebelum Ahmad Sugiarto menjadi ketua pelaksana.

Event tersebut tingkat nasional, dengan penuh perjuangan dan upaya yang luar biasa. Yang dihadiri dari ujung pulau jawa, Pulau kalimantan, Makasar, sampai Banda Aceh. Dan juga ia sering menjadi Panitia inti, seperti Ketua Pelaksana sampai Koordinator Sie yang ada.

Bahkan loyalitasnya terhadap teman-teman, senior, adik-adik organisasi. Selain itu ia di percaya oleh senior yang meresmikan suatu lembaga para alumni yaitu Ikatan Relawan Alumni Raden Intan (IKRAR) yang telah resmi sebagai Dewan Pengurus Pusat Ikatan Relawan Raden Intan. Dan ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum III, dengan masa periode 2018-2021.

Selain mempunyai jabatan di Lembaga Ikrar, ia juga menjabat sebagai sekretaris di Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMR Kmushada unit SMK Muhammadiyah Tumijajar, dan juga Sekretaris di suatu TIM Shafpro.

Meskipun ia penuh kegiatan dan bekerja, ia juga mengajar Ekskul PMR di SMP Al-Kautsar Bandar Lampung bersama adiknya Nur Rahman.

Dengan sejuta pengalamannya tersebut, ia merasa masih harus banyak belajar lagi. Butuh ilmu yang lebih banyak.

Dapat kita ketahui, bahwa kedelapan nama tersebut saling mengenal akrab, bahwa mereka adalah sahabat karib. Persahabatan mereka akan kita ulas pada cerita berikutnya.

Demikian cerita dari teman-teman yang telah merasakan Manis dan Pahitnya di Perantauan hanya demi Selembar Kertas dan Topi. Tapi bukan selembar kertas dan topi biasa.

Sebenarnya masih banyak dan panjang cerita mereka, tapi tidak mungkin kita kupas semua. Jadi kita langsung saja ambil kesimpulan dan hikmah dari semua yang pernah kita alami.

Selembar kertas dan sebuah topi yang dimaksud adalah Ijazah dan juga Toga. Ijazah pasti kita miliki dari SD sampai SMA dan juga bisa melanjutkan kejenjang Kuliah atau S1 sampai S3. Semua membutuhkan perjuangan dan pasti kita merasakan Manis pahitnya perjuangan tersebut. Apalagi Kertas dan Topi dalam menempuh gelar Sarjana, sangat luar biasa proses yang kita lalui dan hasil yang sesuai, karena seperti kalimat yang biasa kita dengar seperti “Proses tidak akan Menghianati Hasil”.

Semua itu tidak ada yang instan. Butuh perjuangan keras dan upaya yang maksimal. Lika liku hidup sudah pasti berupa ekonomi, keluarga, lingkungan dan juga orang-orang terdekat.

Sedikit saja kita menuruti rasa malas, maka akan terbuang peluang kesuksesan yang harusnya kita raih di hari esok. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu sedikitpun, karena sukses kita yang menentukan. “Sehari saja kita menuruti rasa malas, akan menunda 1 tahun untuk Menikah dan tertunda pula kesuksesan kita serta terbuangnya pendapatan keuangan kita kelak”. Jangan pernah membohongi orang tua apalagi mengecewakan mereka dan terlebih lagi mereka tahu kebohongan kita, karena barokah dan ridho ada dimereka, bisa terhambat rezeki serta kesulitan dalam hidup menuju sukses.

Apapun itu alasannya, selagi kita masih bisa mensiasati atau melakukan hal demi kesuksesan kita maka lakukanlah, jangan pernah menundanya.

Sesulit dan sedihnya kehidupan, jangan pernag mengeluh apalagi memperlihatkan raut wajah kita yang murung akan banyaknya masalah kita. Dan terapkanlah gambar di atas, kunci hidup bahagia. Selagi kita masih punya keluarga, saudara, sahabat, adik, kakak, teman dan juga guru, jangan pernag merasa sendiri dan hidup susah. Saling membantu dan tolong-menolong.

Bersikaplah mudah akrab, royal dan loyal. Kehidupan itu seperti melewati pegunungan, menaiki pohon yang sudah pasti berupa statistik dengan grafik naik turun. Tidak selamanya kita berada di atas dan juga dibawah. Optimis dan terus berdoa serta berusahalah dalam menjalani semua. Yakin sukses bisa kita gapai dengan mudah.

DIPOSKAN PADATAK BERKATEGORI

PENGUKUHAN IKRAR (IKATAN RELAWAN ALMUNI RADEN INTAN)

Dalam hal ini, kita bersyukur akan terbentuknya Ikrar ataupun Pokari (Keluarga Relawan Raden Intan) yang di isi oleh para relawan dengan tindak tanduk gemilang serta keikhlasan hati untuk membantu dalam bidang kemasyarakatan.

Ikrar adalah suatu lembaga ataupun wadah para Alumni KSR dan TSR PMI Unit UIN Raden Intan Lampung. Dengan lembaga ini di harapkan bisa membantu semua kalangan dan bergerak dibidang sebagaimana mestinya.

Dalam struktural pada periode 2018-2021 ini semoga pada pengurus bisa bekerja semaksimal mungkin. Berkontribusi dengan baik.