Maaf
Bandarlampung — Meminta maaf dan memaafkan merupakan suatu tindakan yang sangat mulia. Namun ada kalanya kita harus egois, tidak selamanya dan 100% semua minta maaf dan memaafkan. Kita semua punya hak dan kemampuan, hak kita sebagai Khalifah Allah.
Ketidak sempurnaan dirimu tidak perlu meminta maaf, karena semua adalah sudah digariskan oleh sang pencipta. Manusia memang ditakdirkan paling sempurna, tetapi dalam perbandingan dengan semua makhluk cinptaan Allah SWT. Seperti : “Makhluk Ghaib, Tumbuh-tumbuhan, Hewan, dll“. Namun jika dibandingkan dengan sesama manusia, manusia tidak ada yang sempurna, semua manusia memiliki kelebihan dan juga kekurangan.
Dalam hal mencintai seseorang, kita memiliki cara masing-masing dan pembawaan sikap serta sifat masing-masing. Berbeda garis tangan berbeba pula karakter. Terkadang membuat orang marah adalah cara terbaik untuk menyaksikan sifat aslinya.
Mengikuti impianmu merupakan salah satu sifat ego. Momen krisis memang membuat melankolis, padahal jika tidak dipandang pesimis, potensi diri akan meningkat drastis. Pandang momen kritis lebih optimis, karena hasilnya akan membuat kapasitas diri meningkat drastis. Semua berawal dari mimpi, jangan menganggap mimpi itu khayalan, mimpi bisa dikatakan planning, kenyataan merupakan implementasi dan berhasil atau gagal adalah evaluasi. Tidak bisa disalahkan apalagi harus untuk meminta maaf. Silahkan pahami kalimat paragraf ini. Maka kita akan mengerti arti perjuangan menuju tujuan atau hasil dari proses yang kita jalani.
Dalam kehidupan berproses memang butuh motivasi dan mengatakan yang sebenarnya tidak perlu dimintakan maaf, untuk itu setiap hal dan pekerjaan yang kita lakukan semestinya mengatakan yang sebenarnya, lebih tepat lagi ada dua point yaitu Welcome dan jujur. Terbuka dan apa adanya adalah hal yang aman dan damai. Semua pekerjaan dan hal apapun jika kita welcome atau mengatakan yang sebenarnya terlebih lagi terbuka serta jujur akan menghasilkan sesuatu yang tidak kita duga. Cintai lingkungan, orang terdekat dan pekerjaan dengan ikhlas atau tulus.
Prioritas merupakan hal penting. Meskipun sudah mutlak akan kemenangan mayoritas dibandingkan minoritas, tetapi prioritas lebih baik karena berkaitan dengan komitmen serta konsistensi pribadi masing-masing. Maka dari itu ada Planning – Implementasi – evaluasi. Perkara hasil yang diterima itu sudah merupakan hadiah maupun resiko. Dengan adanya evaluasi kita wajib memiliki komitmen, konsisten atau prioritas pada diri kita.
Memang melakukan itu semua tidaklah perkara mudah, dan mengucapkan atau memotivasi memang sangat ringat. Akan tetapi selagi kalimat Proses = Hasil dari Planning – Implementasi – Evaluasi masih ada, berusahalah terlebih dahulu, jangan pernah menyerah sebelum melakukan. Optimis untuk sukses.
Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Mu

Bandarlampung — Semua orang memiliki Kualitas dan Kuantitas terbaik. Hanya saja kita belum mengetahui seberapa besar, seperti apa, bagaimana dan kenapa?
Gambar hanya pemanis. Kita bahas skill pada diri kita. Kita semua adalah manusia berbakat dan berkualitas, bahkan dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Betapa bodoh dan meruginya kita jika menyia-nyiakan kualitas dan kuantitas yang tertanam pada diri kita, terlebih lagi jika kita sampai mempermalukan diri kita sendiri karena khilaf dengan ego atau ambisi.
Seperti contoh :
Jika pernah berani mengambil keputusan dan bertindak dengan level tinggi, dalam tanda kutip “menjabat sebagai pimpinan atau Badan Pengurus Harian di suatu Organisasi, Instansi, maupun perusahaan, secara tidak langsung nama kita melonjak tinggi dan banyak dikenal bahkan di segani orang“. Namun karena hal sepele, nama kita jatuh, sama halnya kita menyia-nyiakan kualitas dan kuantitas kita tersebut.
Menjaga wibawa sangatlah sulit, menjaga amanah cukup berat, dan menjaga kesederhaan tidaklah mudah.
Menjaga dan mempertahankan sangat sulit ketimbang memperoleh atau meraih.
Positif Thinking dengan apa yang ada disekitar, jangan memperlihatkan kita terpuruk atau menurunnya kualitas serta kuantitas pada diri kita. Pikirkan penampilan, Kesehatan, kesejahteraan dan juga wawasan yang luas. Tetap fokus pada hal penting, abaikan hal yang tidak begitu penting. Apapun masalah dan resiko, percayalah jalan keluar maupun solusi akan hadir untuk kita.
Salah satu tujuan meningkatkan kualitas serta kuantitas kita adalah membuktikan kepada orang-orang yang dulu pernah menjatuhkan ataupun meremehkan kita. Tanda kutip janganlah kita sombong dan angkuh, terlebih lagi kita berniat balas dendam. Buang sifat buruk tersebut.
Ambisi boleh, tetapi tetap dalam keadaan terkontrol ataupun terkendali. Dari hal terkecil sampai lingkungan yang luar biasalah tempat kita belajar menjadi orang besar.
Intropeksi

Bandarlampung — Pada kesempatan ini, kita membahas tentang Intropeksi, yang dimana tindakan tersebut adalah perilaku yang sangat mulia. Namum saling memaafkan serta saling mendukung “Support” sangatlah lebih baik. Intropeksi adalah iqtikat yang baik supaya tidak terjadi kesalah pahaman yang berkelanjutan.
Buanglah rasa ego kita, jangan pernah menuruti ego yang membuat kita menyesal di akhir. Ego sangat berbahaya, khilaf dan melakukan tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan merupakan kejadian yang biasa terjadi. Menunduklah maka orang yang berhadapan dengan kita akan menunduk juga, meskipun dengan keadaan emosional ataupun berfikir akan intropeksi diri. Jika kita melihat keatas atau mengarahkan pandangan kedepan namun kepala sedikit keatas, maka orang disekitar kitapun akan lebih tinggi untuk mengangkat kepala nya jauh lebih tinggi.
Diatas awan masih ada bintang, dibawah bumi masih ada sumber air
Mengalah bukan berarti kita kalah, justru terkadang mengalah adalah suatu kemenangan bagi yang mengalah dan mengalahkan yang tidak mau mengalah serta dengan ego tingkat tinggi.
Sering kita jumpai perselisihan disekitar. Dan tidak ada yang mengalah hingga benar-benar salah satunya mutlak dengan kekalahan dan kemenangam, namun resiko yang diterima lebih fatal karena menuruti ambisi atau ego.
Jadilah orang yang SS “super sabar“, jangan pernah membuat diri kita kacau, gelisah, beban pikiran dan membuat susah diri sendiri. Hanya membuang-buang waktu jika kita hanya melakukan hal itu. Hidup tak semudah belajar membaca tulisan, hidup masih banyak tantangan, rintangan bahkan musibah sekalipun di hari esok, esok dan esoknya lagi.
make your lifestyle more relaxed and enjoyable
Meskipun hati dan pikiran kacau, tetaplah bersyukur dan cukup kita mengucap kalimat “istighfar”. Jangan pernah perlihatkan jika kita pusing maupun stress, terlebih lagi kita luapkan emosi atau melampiaskan amarah pada orang sekitar dan terdekat, yang akan berakibat fatal.
Abaikan keburukan orang, jangan pernah membencinya, cukup kita menyikapinya, karena kita harus sadar kita pun punya kekurangan atas kelebihannya.
Manusia tidak ada yang sempurna dan tidak pernah benar karena Kesempurnaan dan Kebenaran hanya Milik Sang Pencipta, Allah SWT.
Jika kita tidak mau berteman atas kepribadian yang tidak kita suka, maka abaikan, anggap saja sekedar mengenalnya, jangan sesekali membenci atau memperlihatkan bahwa kita menjauhinya, bayangkanlah jika seandainya kita berada diposisi dia, pasti kita lebih memprihatinkan dari pada dia. Bersyukur orang sekitar kita masih nencintai kita sedangkan mereka sudah tahu akan sikap dan sifat kita. Begitupula mereka, semua memiliki gaya dan cara hidup masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan mereka harus seperti gaya dan cara kita.
Jika kita melihat keburukan orang, tegur atau abaikan. Jadikan pelajaran dan cerminan. Sudah baikkah kita?
Intropeksi yang tepat menurut penulis adalah Yang Terbaik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar