https://azzamganteng-gac.blogspot.com/

Jumat, 02 September 2022

Tidak ada yang terlambat

 

Tidak ada yang terlambat

Terkadang kita merasa bingung disaat ada moment-moment tertentu. Godaan sudah antri untuk menghampiri, pengorbanan demi sesuatu dan seseorang harus dilakukan. Sedangkan itu bukan dari Planning kita.

Salahkah dalam kehidupan kita ada saatnya menjadi bunglon? Karena jika bertindak sendiri untuk menerapkan “Sahabat Abadi dan Musuh Abadi” itu sulit. Harus bergerak gerombolan atau kompak. Sampai detik ini kita masih merasakan bahkan melihat keadaan sangat banyak yang berpedoman pada “Kepentingan Abadi”.

Belajar tidak ada kata terlambat. Berkarir tidak ada kata terlambat. Sukses pun tidak ada kata terlambat. Semua bisa dilakukan dan di wujudkan dengan usaha dan doa.

Ada kejadian tatkala dimasa sekolah merasakan tertinggal kelas atau permasalahan sepele sampai permasalahan yang urgent hingga harus menunda kelulusan serta beranjak kerja dengan usia yang cukup lama. Dan disitu kita merasa gengsi, malu, minder dan lain sebagainya karna sudah tua tapi belum ada apa.

Buang sugest seperti itu. Kesuksesan tergantung pada sugesti dan usaha kita sendiri. Tidak ada kata terlambat dan tidak sama sekali. Hanya saja belum tercapai. Maka teruslah berdoa dan berusaha.


Kejutan dan Hadiah yang Sangat Berharga dan Tak Ternilai

Sarjana Pendidikan telah berhasil saya raih dengan rasa yang campur aduk. Cukup berat, sulit dan butuh perjuangan serta semangat ekstra untuk bisa menyelesaikan gelar S.Pd.

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung merupakan kampus tempat dimana saya mengabdi ilmu dan berjuang atas gelar Sarjana tersebut. Hadiah ini akan saya berikan kepada orang-orang terdekat seperti yang akan saya sebutkan semua, dan maaf jika sedikit lupa ada yang belum disebut:

1. Bapak

Terkhusus ayahanda Slamet Prawira, orang tua yang paling saya cintai, motivasi terbesar dan orang yang sangat berjasa bagi kami anak-anaknya.

2. Keluarga

Yang selalu mendoakan dan memberi support atas perjuangan ini, meskipun hadiah ini sudah lumrah dan biasa saja di pandangan orang, namun buat saya sangat berharga dan penting. Mas sis, mbak lia, Mbok Fatimah, Lek Ipin, bibi, lek paino, bik mul, Imam, Pipit, Fiqi, bibi gini, mas fitra, bude anoh, pakde, mas pras,Aldi, Dek lia dan Dek Rama. Mereka merupakan keluarga yang sangat berharga.

3. Nur Rahman

Adik saya yang nomor 2 adalah segalanya bagi saya, dari kecil sampai beranjak dewasa hanya dia yang selalu ada buat saya. Main bareng, hobi yang sama, tujuan yang sama, prinsip yang sama, berbagai kegiatan yang sama, pilihan yang hampir sama, saling support, saling membantu, saling menegur dan mengingatkan, saling segalanya meskipun saat kecil dan remaja kami sangay kerap berkelahi sampai adu pukul namun kami tetap saling sayang, mencintai dan tetap akur satu sama lain. Nur Rahman merupakan adik kandung, namun tidak mirip.

4. Alm. Ibunda Tercinta Ratna Suciati

Ibu kandung yang telah tiada saat saya masih duduk di bangku SMK kelas 3, pada saat itu saya sedang proses UN (Ujian Nasional) pada tahun 2012. Disitu saya sangat terpukul setelah ibu tiada, karena saat tahun 2008-2011 saya termasuk kategori anak nakal. Suka bolos, main PS, Berkelahi dan malas belajar, namun saya tetap rajin membantu orang tua seperti mencuci piring, menyapu lantai rumah, mencuci baju keluarga (bapak, ibu, dek nur, dek rama dan dek lia), membantu membuka toko tempat bapak dan ibu berjualan, menyapu halaman. Bergantian dan bekerja sama dengan dek nur. Karena kami 4 bersaudara dengan 3 laki-laki dan 1 perempuan anak bungsu. Penyesalan pasti selalu muncul diakhir atau sudah terjadi yang tidak kita inginkan. Saat dek nur masih duduk dibangku SMP sampai SMK selalu diganggu dan di jahili temannya atau orang yang nakal, namun kala itu selalu saja saya yang berkelahi dan bonyok. Inilah resiko sebagai kakak. Saat itu juga saya masig nakal, suka bolos sekolah, dan berkelahi. Badan saya memang tinggi tapi kurus, namun jangan anggap remeh. Tatkala itu pula penyesalan yang paling dalam saat ibu sedang berjuang untuk melawan Kanker Servikhnya, sebelum ibu tiada saya sempat membentak ibu karena saya hobi berolah raga, badminton dan sepak bola, sore itu saya sudah siap bermain sepak bola rutin di depan rumah, dan ibu menyuruh saya untuk cuci piring terdahulu namun saya menolak karena ambisi untuk bermaik sepak bola, dan tanpa disadari ternyata ibu menangis, sampai ibu sakitnya semakin parah dan berobat di Jawa, Solo, RS. DR. Moewardi. Kami semua sempat menemani ibu saat menjelang operasi, tapi hasil terpahit adalah ibu tidak terselamatkan. Itulah penyesalan terbesar dimana saya ingin membuktikan kepada ibu bahwa saya sebenarnya bisa mendapatkan nilai yang baik, Alhamdulillah saya mendapatkan nilai terbaik dikelas dan peringkat 16 besar seluruh siswa angkatan yang lulus pada tahun 2012. Dan saya belum bisa menunjukkan kepada ibu serta belum sempat meminta maaf, namun ibu telah tiada terlebih dahulu. Saya orang yang paling terpukul, terpuruk dan paling histeris tatkala ibu tiada. Awalnya kami bahagia, mendengar kabar bahwa ibu dibawa pulang kelampung, keadaan sudah membaik dan berobat jalan dilampung. Namun ibu sudah tiada dan meninggalkan kami saat ibu, bapak dan mbok dalam keadaan sedang diperjalanan menuju pulang kerumah. Ibu dipanggil Allah saat masih di daerah Sukadana, Lampung Timur. Tapi saya selalu ingat pesan ibu, sekolahlah setinggi-tinggi mungkin. Dan semangat serja nekat saya untuk melanjutkan kuliah di tahun 2013.

5. Ibu Sri Suparmi

Merupakan ibu tiri saya, tidak lama setelah ibu kandung saya meninggal, bapak langsung meminta izin untuk menikah lagi. Alhamdulillah saya bersyukur, berkat ibu sri, saya bisa lanjut kuliah, ibu sri yang telah membujuk bapak untuk mengizinkan saya melanjutkan kuliah. Begitupun adik saya Nur Rahman, bisa kuliah berkat bujukan ibu sri supaya kami bisa kuliah. Kemauan bapak adalah bisnis atau wiraswasta. Artinya semua anaknya diajarkan dan diberi modal untuk usaha atau berdagang. Namun kemauan kami berbeda.

6. Sahabat-sahabat terbaik

Lian Safrudin, Samsul Huda, Lukman Maulana, Reffan Dwi Susilo merupakan teman yang sudah seperti keluarga dan juga saudara. Tanpa mereka apa daya saya di tempat perantauan dan buta di kota. Kontribusi mereka sudah hampir sama seperti keluarga saya.

DIPOSKAN PADATAK BERKATEGORI

Kehidupan beroraganisasi dan berpolitik

Bandarlampung — “Tidak ada yang namanya Kawan Abadi atau Lawan Abadi didalam organisasi dan juga partai politik, yang ada adalah Kepentingan Abadi” ujar Slamet Prawira, Alumni Perintis dan Pengurus Ranting PAC PKB Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat.

Beliau termasuk orang yang sangat jujur-jujurnya umat dalam politik ataupun bermasyarakat, meskipun sangat sering berbeda jalur atau pemikiran dengan kader lainnya. Namun tetap saja tersingkir dan dibuang oleh oknum, dengan banyak kecurangan dipartai politik. Hanya saja KPK belum terjun dan memeriksa beberapa instansi di Kab. Tulang Bawang Barat.

Dalam hal ini, kita pelajari dalam lingkup organisasi dan juga partai politik untuk profesional. Profesional positif atau negatif sangat tergantung kondisi.

Saat ini pengalaman yang saya gali sangatlah banyak, meskipun masih banyak lagi yang belum digali. Dari berbagai instansi, organisasi dan juga partai politik telah mempercayai saya menjabat sebagai sekretaris. Saya Ahmad Sugiarto aka terus mengali ilmu dan pengalaman yang lain, yang belum pernah saya lakukan.

Pertama, Sekretaris di organisasi IKA Kmushada (Ikatan Keluarga Alumni) PMR Wira SMK Muhammadiyah Tumijajar. Kedua, Sekretaris di Instansi Shafpro Bandarlampung yang disebut Tim IT. Ketiga, Wakil Sekretaris III di organisasi Dewan Pengurus Pusat Ikatan Relawan Alumni Raden Intan (DPP IKRAR) Merupakan suatu perkumpulan para alumni KSR PMI Unit UIN Raden Intan Lampung. Keempat, Wakil Sekretaris di Partai Politik Garda Bangsa, Anak dari Partai PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kota Bandar Lampung.

Segudang amanah dan pengalaman harus kita jalani dan lakukan dengan hati-hati dan profesional. Karena itu jabatan jangka panjang. Jika jabatan jangka pendek, sudah banyak yang telah saya lalui seperti berbagai macam kegiatan dengan amanah dari Koordinator Panitia sampai Ketua Pelaksana.

Semoga bermanfaat dan bisa berbagi kepada semua yang membutuhkan.

DIPOSKAN PADATAK BERKATEGORI

UBL Terbaik Pertama Se-Sumbagsel

Bandarlampung — Selamat atas penghargaan Terbaik I (Pertama) yang telah diberikan kepada Universitas Bandar Lampung dalam kategori Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Tahun 2019 Kelompok Universitas dan Institut di lingkungan LLDikti wilayah II. Penghargaan tersebut sangat membanggakan dan kabar gembira atas kemajuan dan peningkatan kinerja Pejabat atau Dosen dikampus serta usaha para Mahasiswa/i di Universitas Bandar Lampung. (19/03/19)

Semoga tetap konsisten dan bisa dipertahankan, dan semoga bisa lebih baik serta meningkat ke tingkat nasional. UBL sangat berkembang pesat dalam perubahan background kampus, yang tadinya UBL hanya dipandang sebelah mata dengan julukan “uang bapak ludes”, namun saat ini UBL benar-benar kampus elite dan mahasiswa yang berprestasi dan para dosen yang berkualitas.

UBL sudah ada beberapa program Beasiswa dan Sistem baru yang berkualitas. Beasiswa tidak hanya kuliah murah dan gratis, namun mencetak mahasiswa yang berkualitas serta siap kerja.

DIPOSKAN PADATAK BERKATEGORI

Kamu tidak sendiri

Sugest adalah pembawaan suasana atau keadaan pikiran kita. Mindset harus kita sesuaikan. Jangan pernah salah penempatan mindset dan sugest, harus kita imbangi dengan profesional.

Kita tidak sendiri hidup di dunia, jadilah pribadi yang tidak pernah lelah untuk selalu berbuat baik dan bersosial dengan banyak orang. Karena semakin banyak berbuat baik maka akan ada imbalan yang setimpal bahkan berkali lipat.

Seperti pengalaman yang saya rasakan dengan realita yang ada, bahwa kita hidup ini tidak sendiri. Jangan pernah sesekali kita merasa asing, merasa sendiri atau merasa tidak memiliki siapa-siapa serta merasa buntu dan juga hidup penuh kesulitan.

Seseorang yang tertutup atau pendiem saja bisa merasakan bahwa ia memiliki orang terdekat dan seseorang yang pasti bisa membantunya. Apalagi dengan orang-orang yang supel, pandai bersosial, lihai bermasyarakat, mudah akrab atau berteman, selalu ikhlas menolong, siap bekerja atau bergerak sesuai posisi, banyak pengalaman dan juga pandai berbicara.

Tapi ingat, jadilah pribadi yang tulus dan jujur serta profesional.

DIPOSKAN PADATAK BERKATEGORI

Do’akan Sukses Dapat Mensukseskan Kita

Sukses kita yang menentukan, tentukan sukses secepat mungkin dengan Planning A – Planning B – Implementasi – Evaluasi. Saling mendoakan, Perbanyak Silaturahmi, Support dan Royal. Salah sati kunci sukses ialah Doakan orang lain. Seperti hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu :

Sesungguhnya do’a seseorang muslim kepada saudaranya disaat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do”a yang mustajab (terkabukkan). Di sisi orang yang mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata : Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi. (HR. Muslim IV/2094 , no. 2733).

Doakan selalu teman, sahabat, keluarga, atau orang lain, insyaAllah kita akan mendapatkan semisal doa kita yang terkabulkan sama seperti mereka.

Jangan pernah berputus asa, jika terkadang kita merasa lelah atau pasrah dengan mengeluh itu hal biasa kita sebagai manusia. Namun tetaplah optimis dan yakin pasti semua ada solusinya. Rezeki yang tidak duga pasti datang dan sering terjadi itu sebab Allah sayang dengan kita meski kita tidak meminta kepada-Nya, apa lagi kita terus dan selalu dekat kepada-Nya dengan meminta kebutuhan dan keinginan kita. Allah lebih mengerti apa yang kita butuhkan dari pada apa yang inginkan.

Manusia yang tidak pernah puas atau selalu tidak pernah merasa cukup adalah hal lumrah dan itu merupakan kebiasaan buruk yang harus digaris besarkan. Manusia wajib selalu bersyukur atas apa saja yang ia dapat dalam hal positif maupun negatif.

Kita sebagai khilafah atau khalifah dibumi harus mensyukuri segala apa yang ada di bumi dan ciptaan-Nya. Serta wajib menjaganya.

Mari kita saling mendoakan antara satu sama lain, jangan pernah kita merasa hebat, gagah, sempurna ataupun sombong.

Semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Dan akan kembali lagi kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar